Selasa, 08 Maret 2016

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JATI

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jati
No.
Hama dan Penyakit
Tanda-tanda Serangan
Akibat yang timbul
Obat
1.
Serangan ulat daun
Daun jati berlubang
Pertumbuhan terhambat
Basudin 50 EC
2.
Serangan kutu putih/wool
Tampak putih pada daun
Pertumbuhan terhambat
Pegasus
3.
Serangan jamur kuning
Bercak kuning pada daun
Daun mengering/coklat
Benlate T20WP
4.
Serangan embun tepung
Bubuk kuning pada daun
Pertumbuhan terhambat
Benlate T20WP

CARA MENANAM POHON JATI

Cara Menanam Pohon Jati Emas
  • Membuat lubang galian ukuran 40 cm x 40 cm dengan kedalaman juga 40 cm.
  • Mencampur media tanam yang terdiri dari pupuk SP36 20 gram, dolomit 30 gram dan tanah bekas galian. Campuran media ini penting untuk pertumbuhan akar.
  • Memasukkan campuran pupuk dan tanah ke dalam lubang galian setinggi sepertiga kedalaman lubang galian sambil diberi siraman air dari gembor penyiram.
  • Memasukkan bibit jati emas ke dalam lubang galian dan menyobek polybagnya.
  • Menimbun lubang galian dan memasang anjir penyangga agar tanaman tidak goyang terkena angin.
  • Batang tanaman harus diikat pada palang kayu melintang.
  • Menyiram sambil memadatkan tanah bekas urugan yang ditimbunkan pada bibit.

PEMBERIAN PUPUK PADA TANAMAN JATI

Pemupukan tanaman
Tiga bulan setelah ditanam, tanaman jati diberi pupuk NPK (15:15:15) 100gr. Cara pemupukan: tanah seluas canopy didangir dan digemburkan terlebih dahulu (hati-hati jangan terlalu dalam agar tidak mengenai akar), lalu dibuatkan siring melingkar (lebar siring 10 cm dan dalamnya 15 cm) dengan diameter siring tepat diujung canopy atau tepat diujung akar-akar rambut yang akan menyerap pupuk tersebut. Kemudian masukkan pupuk dan selanjutnya siring ditutup kembali dengan tanah dan dilakukan penyiraman.
Pemupukan selanjutnya dilakukan dengan cara yang sama seperti tersebut di atas, pada usia tanaman dan dengan dosis per pohon sebagai berikut:
·   Usia tanaman 6 bulan dengan dosis 100gr NPK
·   Usia tanaman 9 bulan dengan dosis 100gr NPK
·   Usia tanaman 12 bulan dengan dosis 100gr NPK
·   Usia tanaman 24 bulan dengan dosis 100gr NPK dan 50gr Urea
·   Usia tanaman 48 bulan dengan dosis 100gr NPK dan 100gr Urea

PEMUPUKAN PADA POHON JATI

Pengolahan Lahan

  • Buat lobang 50x50x50 cm dengan jarak 4x4 m antara tiap pohon
  • Biarkan selama seminggu, jika Ph kurang dari 6 beri dolomit/kapur
  • Masukan Pupuk Organik 2 kg + Rotan + ZPT Sitokinin + Trichoderma + Micoriza kemudian campur dan aduk dengan tanah
  • Biarkan selama seminggu
  • kocor dengan roma dosis 200 ml untuk 1 tangki
  • Biarkan selama 5-7 hari
Penanaman Benih
  • Sebaiknya tinggi benih antara 40 - 50 cm (ini lebih baik)
  • Jumlah daun minimal 4
  • Tanam benih pada sore hari
Pemupukan
  • Pemupukan lanjutan pada usia tanam 15-20 hari dengan Pupuk Urine + Rotan + Auksin + Sitokinin
  • Pemupukan selanjutnya berselang 60 hari sekali ( 2 bulan) dengan Pupuk Kohe + Urine + Rotan + Zpt Auksin dan Sitokinin dengan dosis per pohon 1 liter
  • Pada bulan ke 8 lakukan pemupukan secara infus akar dengan Rotan + Zpt Auksin + Sitokinin + Giberalin dengan dosis 10 ml untuk 1 liter air.
  • Pemupukan infus akar lakukan setiap 4 bulan sekali ( 1 thn 3 kali )
Tambahan : Untuk mengurangi dan memanfaatkan gulma (rumput) .. siangi sekitar pohon melingkar dengan jarak 1-1.5 m, kemudian buatkan lobang sedalam 20-30 cm melingkari pohon. Selanjutnya rumput/gulma hasil penyiangan tsb masukan ke dalam lobang/galian tsb kmudian bibis/semprot dengan rotan (dosis 1 liter + 14 liter) selanjutnya tutup lagi dgn tanah.

Jika pola tsb di atas dilakukan dengan benar, pengalaman untuk jati akan  lebih cepat.

Rabu, 20 Januari 2016

Pupuk Daun Gandasil B

Menurut pabriknya Gandasil adalah pupuk foliar, artinya pupuk diberikan pada tanaman dengan cara dilarutkan pada air kemudian disemprotkan secara merata pada ranting dan daun. Selain sebagai pupuk foliar Gandasil juga bisa diaplikasikan sebagai pupuk tabur.

Pada petunjuk di kemasannya 10-30 gram gandasil dilarutkan dalam 10 liter air, dari pengalaman kami lebih baik gunakan 10 gram saja, karena lebih hemat dan efisien. Menurut petunjuk pabrik waktu penyemprotan 8-10 hari sekali, pilihlah yang 10 hari sekali. Jangan memberikan dosis melebih anjuran, frekuensi penyiraman juga jangan terlalu cepat, melanggar 2 hal tersebut akan berakibat negatif pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Karena ini adalah pupuk sintetis, gunakan sarung tangan, masker dan kacamata mulai dari mencapur larutan pupuk hingga menyemprotkan pupuk pada tanaman, jangan sampai terhirup dan tertelan, baik pupuk yang masih berupa powder maupun yang sudah dilarutkan.

Gandasil Sebagai Pupuk Tabur

Dari sebuah percobaan, saat kami memberikan Gandasil dengan cara ditaburkan pada perakaran pohon Tin yang ditanam dalam pot. Pohon Tin bisa tumbuh sebaik pohon Tin yang diberi pupuk NPK Mutiara. Dosis yang diberikan cukup setengah NPK Mutiara, jadi misalnya tanaman yang diberikan NPK Mutiara dosisnya 100 gram, maka jika diberi Gandasil cukup 50 gram. Frekuensi pemberian pupuk paling cepat setiap 3 bulan, jika terlalu sering malah akan berdampak negatif. Gandasil tidak menyebabkan batang dan daun terbakar jika terkena langsung, jika NPK Mutiara terkena batang atau daun akan mennyebabkan daun dan batang terbakar.
Cara aplikasi Gandasil D dan B sama saja, bedanya hanya periode penyemprotannya, Gandasil D untuk fase vegetatif sedangkan Gandasil B untuk fase generatif. Walaupun bisa diaplikasikan sebagai pupuk tabur dan cukup efektif, jika bisa mendapatkan pupuk tabur berkualitas macam NPK Mutiara, lebih baik gunakan NPK mutiara, pertimbangannya karena cost lebih tinggi. Gandasil digunakan sebagai pupuk tabur hanya sebagai alternatif, pada kondisi tidak bisa mendapatkan pupuk NPK berkualiatas.

Pupuk Daun Gandasil D

Gandasil D  merupakan pupuk foliar yang banyak digunakan penggemar tanaman hias dan tanaman buah. Diproduksi oleh PT. Kalatham Corporation. Pakar nutrisi tanaman sering merekomendasikan Gandasil untuk pemupukan tanaman. Kami juga menggunakannya di kebun, diberikan untuk tanaman hias dan tanaman buah.

Nutrisi Yang Terkandung Dalam Gandasil D

Nitrogen (N) = 20%
Fosfat (P205) = 15%
Kalium (K20) = 15 %
Magnesium (MgSO4) = 1%
Sisanya adalah unsur dan senyawa seperti Mangan (Mn), Boron (B), Tembaga (Cu), Kobalt (Co), Seng (Zn), juga vitamin untuk menunjang pertumbuhan tanaman Aneurine, Lactoflavin dan Nicotinamide, prosentase nutrisi selain nutrisi utama tidak dideskripsikan dalam informasi produknya.
Gandasil D cocok digunakan pada fase vegetatif, saat tanaman dalam masa pertumbuhan dan pemulihan setelah berbuah. Makna D dari Gandasil D adalah daun, dengan pemberian pupuk ini maka pertumbuhan yang diutamakan adalah daun, terlihat dari kandungan Nitrogen (N) yang lebih dominan dibandingkan unsur dan senyawa lainnya.

Rabu, 13 Januari 2016

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN JATI

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jati
No.
Hama dan Penyakit
Tanda-tanda Serangan
Akibat yang timbul
Obat
1.
Serangan ulat daun
Daun jati berlubang
Pertumbuhan terhambat
Basudin 50 EC
2.
Serangan kutu putih/wool
Tampak putih pada daun
Pertumbuhan terhambat
Pegasus
3.
Serangan jamur kuning
Bercak kuning pada daun
Daun mengering/coklat
Benlate T20WP
4.
Serangan embun tepung
Bubuk kuning pada daun
Pertumbuhan terhambat
Benlate T20WP

BAHAYA KURANGNYA KALSIUM DAN MAGNESIUM BAGI TUMBUHAN


Kurangnya  kalsium dan magnesium pada tumbuhan akan mengakibatkan :
  • Ph dalam tanah tak terkontrol, sehingga tanah dapat bereaksi masam. Hal ini menyebabkan tak terserapnya unsur hara dalam tanah seperti fosfor dan kalium oleh tanaman secara optimal.
  • Menurunnya produktifitas tanaman, sehingga pendapatanpun menurun
  • Meningkatnya tingkat racun dalam tanah. Hal ini disebabkan oleh kenaikan unsur aluminium, tembaga, zat besi, seng, dan mangaan dalam tanah
  • Rendahnya daya tahan tanaman terhadap serangan hama maupun jenis penyakit tanaman lainnya.

MANFAAT PUPUK DOLOMIT

Pupuk dolomit merupakan pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman. adapun manfaat dari pupuk dolomit adalah sebagai berikut : - Memberikan nutrisi yang berharga bagi tanaman - Membantu mengubah pH tanah sesuai dengan kebutuhan tanaman. - Menetralkan zat-zat berbahaya yang dapat meracuni tanah dan tanaman, seperti aluminium, zat besi, dan tembaga - Meningkatkan efektifitas dan efisiensi tanah terhadap penyerapan zat-zat hara di dalamnya. - Menjaga ketersediaan unsur hara dalam tanah - Memperbaiki struktur tanah, menjadikannya lebih gembur, melancarkan sirkulasi udara dalam tanah, yang menjadikan tanaman tumbuh subur nantinya. - Mengaktifkan berbagai jenis enzim dalam tanaman - Merangsang pembentukan zat lemak, karbohidrat, dan berbagai nutrisi lainnya dalam tanaman - Membantu distribusi fosfor dalam tanaman - Membantu pembentukan klorofil yang sempurna pada tanaman.

Selasa, 08 September 2015

MANFAAT DAN KEGUNAAN PUPUK ZK

Pupuk ZK adalah salah satu pupuk anorganik mengandung hara kalium yang cukup populer digunakan petani di era 80-an. Nama ZK sendiri sebetulnya merupakan singkatan dari zwavelzure kali yang berarti belerang kalium. Nama tersebut adalah untuk menggambarkan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pupuk ZK ini yaitu kalium sulfat (K2SO4) yang berwujud cair dan asam belerang (H2S) yang berbentuk padat. 
Selama ini kita mungkin belum mengenal pupuk ZK. Pupuk ZK adalah pupuk  tunggal dengan kandungan K2O sebesar 50 %. Pupuk ZK : Saudara dari Pupuk KCL Jadi, pupuk ZK ini adalah “saudara” pupuk KCL. Kalau pupuk ZK kandungan K2O nya 50 % maka KCL kandungan K2Onya 60 %.
Pembuatan pupuk ZK menggunakan teknologi canggih dengan memampatkan kedua bahan tersebut dalam tabung dengan tekanan tinggi dan suhu tertentu sehingga terbentuklah  pupuk ZK : yang berwujud bubuk atau butiran kecil berwarna putih. 

Sifat-Sifat Pupuk ZK
· Tidak higroskopis
· Mudah larut dalam air
· Sumber unsur hara Kalium dan Belerang dengan kadar cukup tinggi
· Dapat dicampur dengan pupuk lain
· Aman digunakan untuk semua jenis tanaman
· Memperkuat daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit
 
Jadi bila di toko tak ada KCL maka pupuk ZK bisa menjadi subsitusinya

Manfaat dan Fungsi Pupuk ZK

Dari kandungan pupuk ZK di atas, kita dapat mengetahui apa saja manfaat dan fungsi pupuk ZK ini. fungsi pupuk ZK antara lain adalah untuk mencukupi kebutuhan hara kalium tanaman dan untuk menurunkan pH tanah. Sedangkan pada tanaman, kita akan melihat beberapa manfaat pupuk ZK seperti untuk menguatkan batang tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman, serta meningkatkan produksi hasil tanaman melalui asupan kalium yang cukup. Pupuk ZK saat ini sudah jarang ditemukan dipasaran karena fungsinya yang sudah digantikan oleh pupuk KCl

MANFAAT DAN KEGUNAAN PUPUK ZA


Pupuk ZA diperlukan tanaman untuk memenuhi kebutuhan unsur hara Nitrogen (N) dan Belerang (S).
Adapun manfaat dari unsur hara Belerang (S) adalah :
- Membantu pembentukan butir hijau sehingga daun lebih hijau.
- Menambah kandungan protein dan vitamin tanaman.
- Berperan dalam sintesa minyak yang berguna pada proses pembuatan gula.
   Memacu pertumbuhan anakan produktif.
- Pemberian belerang mempunyai pengaruh yang positif terhadap hasil produksi padi   
  sawah.

Minggu, 06 September 2015

JENIS JENIS UNSUR HARA DAN MANFAATNYA




JENIS JENIS UNSUR HARA DAN MANFAATNYA

JENIS JENIS UNSUR HARA DAN MANFAATNYA

1. NITROGEN ( N )
MANFAAT : Memacu pertumbuhan tanaman secara umum, terutama pada fase vegetatif, Berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, lemak, enzim, dan persenyawaan lain.
GEJALA TUMBUHAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Pertumbuhan tanaman lambat. Mula-mula daun menguning dan mengering, lalu rontok. Daum yg menguning diawali dari daun bagian bawah, lalu disusul daun bagian atas.
2. FOSFOR ( P )
MANFAAT : Membentu pertumbuhan protein dan miniral yg sangat tinggi bagi tanaman. Bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman. Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar. Mempercepat pembungaan dan pembuahan tanaman. Serta mempercepat pemasakan biji dan buah.
GEJALA TUMBUHAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun bawah berubah warna menjadi tua atau tampak mengkilap merah keunguan. Kemudian menjadi kuning keabuan dan rontok. Tepi daun, cabang, dan batang berwarna merah keunguan. Batang kerdil dan tidak menghasilkan bunga dan buah. Jika sudah terlanjur berbuah ukurannya kecil, jelek, dan lekas matang.
3. POTASIUM ( K )
MANFAAT : Membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula. Membantu pengankutan gula dari daun ke buah. Memperkuat jaringan tanaman, serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun mengkerut atau keriting, timbul bercak-bercak merah kecoklatan lalu kering dan mati. Perkembangan kar lambat. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, jelek, dan tidak tahan lama.
4. KALSIUM ( Ca )
MANFAAT : Mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang. Membantu keberhasilan penyerbukan. Membantu pemecahan sel. membanti aktivitas beberapa enzim pertumbuhan. Serta menetralisir senyawa dan kondisi tanah yang merugikan.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Tepi daun muda mengalami krorosil, lalu menjalar ke tulang daun. Kuncup tanaman muda tidak berkembang dan mati. Terdapat bintik hitam pada serat daun. Akar pendek. Buah pecah dan bermutu rendah.
5. MAGNESIUM ( Mg ) 
MANFAAT : Membantu pembentukan klorofil, asama amino, vitamin, lemak dan gula. Berperan dalam transportsi fosfat dalam tanaman.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun tua mengalami krorosis, menguning dan bercak kecoklatan, hingga akhirnya rontok. Pada tanaman yg menghasilkan biji akan menghasilkan biji yg lemah.
6. BELERANG ( S )
MANFAAT : Membantu pembentukan asam amino, protein dan vitamin. Membantu pembentukan bintil akar dan pertumbuhan tunas baru.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun muda berwarna hijau muda, mengilap, tapi agak pucat keputihan, lalu berubah jadi kuning dan hijau. Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus.
7. BORON ( Bo )
MANFAAT : Membawa kabohidrat keseluruh jaringan tanaman. Mempercepat penyerapan unsur kalium. Merangsang tanaman berbunga dan membantu proses penyerbukan. Meningkatkan kualitas produksi sayuran dan buah-buahan.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Tunas pucuk mati dan berwarna hitam, lalu muncul tunas amping tapi tidak lama kemudian akan mati. Daun mengalami klorosis dimulai dari bagian bawah daun lalu mengering. Daun yg baru muncul kerdil dan akhirnya mati. Daun tuanya berbentuk kecil, tebal dan rapuh. Pertumbuhan batang lambat dengan ruas-ruas cabang yg pendek.
8. TEMBAGA ( Cu )
MANFAAT : Membantu pembentukan klorofil dan sebagai komponen dalam pembentukan enzim tanaman.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun muda berwarna kuning layu dan tidak berkembang. pertumbuhan dan kesuuran tanaman terhambat secara keseluruhan.
9. KLOR ( CI )
MANFAAT : Berperan dalam pembentukan hormon tanaman. Meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Tanaman gampang layu, daun pucat ,keriput, dan sebagian mengering. Produktivitas tanaman rendah dan pemasakan buah lambat.
10. BESI ( Fe )
MANFAAT : Berperan pada proses-proses fisiologis tanaman, seperti proses pernapasan, pembentukan klorofil dan fotosintesis.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun muda berawrna putih pucat lalu kekuningan, dan akhirnya rontok. Tanaman perlahan-lahan mati dimuali dari puncak.

 11. MANGAN ( Mn )
MANFAAT : Membantu proses fotosintesis, dan berperan dalam pembentukan enzim-enzim tanaman.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Pertumbuhan tanaman kerdil, daun berwarna kekuningan atau merah dan sering rontok. Pembentukan biji tidak sempurna.
12. MOLIBDENUM ( Mo )
MANFAAT : Fungsi sama seperti Cu, berperan sebaga pengikat nitrogen bebas udara untuk pembentukan protein, dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman leguminose.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun berubah warna, keriput dan melengkung seperti mangkuk. Muncul bintik-bintik kuning disetiap lembaran daun, dan akhirnya mati. Pertumbuhan tanaman terhenti.
13. SENG ( Zn )
MANFAAT : Mmebantu pembentukan auksin, klorofil, dan karbohidrat.
GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun berwarna kuning pucat atau kemerahan, muncul bercak-bercak putih di permukaan daun hingga akhirnya mengering, berlubang dan mati. Perkembangan akar tidak sempurna, sehingga pendek dan tidak subur.

MANFAAT PUPUK UREA

Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. 
Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea 
berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, 
merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap
 air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. 
Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg 
urea mengandung 46 kg Nitrogen. Kegunaan pupuk Urea Unsur hara Nitrogen yang 
dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi 
tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
1 Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun 
(chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa
2 Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain)
3 Menambah kandungan protein tanaman
4Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, 
  tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan
5Daun tua berwarna kekuningkuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun  
  menjalar ke  6tulang daunDalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun
  bagian bawah terus ke bagian atas
7Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
8Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum
   waktunya

Dalam proses pembuatan Urea sering terbentuk senyawa biuret yang merupakan racun bagi tanaman kalau terdapat dalam jumlah yang banyak. Agar tidak mengganggu kadar biuret dalam Urea harus kurang 1,5-2,0 %. Kandungan N yang tinggi pada Urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman

FUNGSI DAN MANFAAT PUPUK HUMIKA

Fungsi utama pupuk humika adalah adalah untuk  pembenah tanah (Soil Conditioner) dan perangsang pertumbuhan tanaman (Plant Growth Stimulant), dan dapat juga berfungsi sebagai pupuk organik (Organic Fertilizer) karena mengandung berbagai unsur hara baik  makro maupun mikro yang diperlukan oleh  tanaman.

adapun fungsi dan manfaat pupuk HUMIKA adalah :

  • Untuk memperbaiki struktur  sehingga mampu menopang pertumbuhan tanaman dengan baik dan tanaman tidak mudah stress.
  • Merangsang pertumbuhan tanaman dan mempercepat pertumbuhan akar atau tunas muda sehingga tanaman lebih cepat tumbuh dan dapat meningkatkan hasil panen
  • Mempercepat perkecambahan atau pertumbuhan benih, dan meningkatkan permeabilitas dinding sel tanaman sehingga dapat menambah daya serap tanaman terhadap nutrient.
  • Menstimulasi peningkatan aktivitas mikrobiologi tanah yang menguntungkan bagi pertumbuhan akar tanaman.
  • Meningkatkan masukan (up-take) nutrient melalui konversi hara menjadi bentuk tersedia.
  • Mengikat dan mengatur pelepasan hara (slow release) sesuai kebutuhan tanaman sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk dan mengurangi kehilangan hara karena terlarut atau menguap.
  • Bila dicampur dengan pupuk anorganik tunggal atau majemuk, HUMIKA® dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pupuk sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk 20-30%.

PUPUK Kno3

Pupuk Kno3 ini ada dua macam yaitu Kno3 merah dan Kno3 Putih.

PUPUK KNO3 MERAH


Pupuk KNO3 Merah merupakan pupuk sumber unsur kalium (K) dan nitrogen (N) sama seperti pupuk KNO3 Putih. Secara fisik terlihat ada perbedaan yang mencolok antara keduanya, yakni warna pupuk. Pupuk KNO3 Merah berwarna merah, dengan kandungan unsur hara K lebih sedikit daripada KNO3 Putih. KNO3 Merah mengandung 4 unsur utama yaitu Nitrogen (N), Kalium (K), Natrium (Na) dan Boron (Bo). Aplikasi dapat dilakukan dengan pengocoran maupun penyemprotan.

Persentase kandungan unsur KNO3 Merah :

Natrium (Na) : 18%
Nitrogen (N) : 15 %
Kalium (K) : 14%
Boron : 0,05%

Pupuk KNO3 Merah berbentuk kristal berwarna merah. Mudah larut dalam air dan bereaksi netral (tidak asam). Sama seperti pupuk kalium lainnya, pupuk KNO3 Merah sangat baik digunakan untuk memenuhi unsur kalium pada tanaman yang sensitif terhadap Clorida (Cl), misalnya tembakau. Pupuk KNO3 Merah tidak menyebabkan keasaman pada tanah sehingga sangat cocok digunakan pada tanah asam.

Unsur Natrium (Na) 

Unsur natrium (Na) pada tanaman berperan dalam pembukaan stomata dan dapat menggantikan peranan unsur K. Berperan dalam pembentukan umbi dan mencegah busuk umbi. Unsur Na dianggap bukan unsur hara essensial, tetapi hampir selalu terdapat dalam tanaman. Misalnya, unsur Na pada tanaman di tanah garaman yang kadarnya relatif tinggi dan sering melebihi kadar P (Fosfor).

Unsur Boron (Bo)

Unsur hara boron sangat sedikit diperlukan oleh tanaman, pada aplikasinya hanya memerlukan 1 gr boron/tanaman. Akan tetapi peranannya sangat penting bagi tanaman. Boron berperan dalam transportasi karbohidrat, pembentukan sel, mencegah bakteri parasit dan dapat meningkatkan kualitas tanaman.
fungsi boron adalah untuk Menjaga tanah, air permukaan dan air tanah dari kontaminasi zat berbahaya karena pupuk ini telah melalui proses pemurnian dari bahan pengotor seperti Cd, Pb, air (Arsenik) dan Hg. Mengoptimumkan populasi dan memaksimalkan aktifitas mikro organisme dalam tanah dan  meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman.

Unsur Kalium (K)

Kandungan Kalium pada pupuk KNO3 Merah berperan dalam mengatur pembukaan dan penutupan stomata. Kalium sangat berperan dalam menekan proses penguapan sehingga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan. Kalium juga berfungsi meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.
Kekurangan kalium dapat menyebabkan nekrosis dan klorosis interveinal. Unsur K+ ini tergolong sangat mobile, dan dapat membantu menyeimbangkan muatan anion di dalam tanaman. Selain mudah larut dalam air, K+ juga larut dalam tanah berbatu atau berpasir. Kekurangan kalium juga dapat menyebabkan tanaman rentan terhadap serangan jamur patogen dan layu.

Unsur Nitrogen (N)

Nitrogen merupakan komponen penting dari semua protein. Kekurangan nitrogen yang paling sering menyebabkan pertumbuhan terhambat, pertumbuhan lambat, dan klorosis. Tanaman kekurangan nitrogen juga akan menunjukkan penampilan ungu pada batang, tangkai dan bawah daun dari akumulasi pigmen antosianin. Sebagian besar nitrogen diambil oleh tanaman berasal dari tanah dalam bentuk NO3-, meskipun dalam lingkungan asam seperti hutan boreal dimana nitrifikasi kurang mungkin terjadi, amonium NH4 + lebih cenderung menjadi sumber nitrogen yang mendominasi .Asam amino dan protein hanya dapat dibangun dari NH4 + sehingga NO3- harus dikurangi.

Fungsi dan Manfaat Pupuk KNO3 Merah :

1. Membantu mempercepat pertumbuhan bunga dan buah,
2. Meningkatkan produksi tanaman,
3. Meningkatkan kualitas buah, biji dan terutama umbi,
4. Mencegah penyakit busuk umbi,
5. Meningkatkan berat buah, biji dan umbi,
6. Meningkatkan kualitas rasa dan aroma,
7. Kandungan boron pada KNO3 Merah dapat meningkatkan transportasi karbohidrat dalam tanaman,
8. Unsur Na (Natrium) berperan dalam membantu penyerapan air oleh akar tanaman, sehingga tanaman lebih tahan kekeringan.

Kno3 putih

 

Pupuk KNO3 Putih (Potasium Nitrat atau disebut juga Kalium Nitrat) adalah pupuk kimia dengan kandungan Kalium (K) dan Nitrogen (N).
Pupuk KNO3 merupakan kombinsai unsur N (nitrogen) dan Kalium dalam bentuk K2O (potasium oxide atau kalium oxide). Kalium dan Nitrogen adalah nutrisi yang sangat penting bagi tanaman. Pupuk ini sangat efektif digunakan, karena kebutuhan unsur K dan N bisa diberikan dengan satu kali aplikasi. Kandungan K2O pada KNO3 antara 45 – 46 % dan N 13%. Pupuk KNO3 sangat cocok digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur kalium pada tanaman yang sensitif terhadap clorida (Cl) seperti tembakau.
Pupuk KNO3 putih biasanya berbentuk kristal berwarna putih, mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman. KNO3 bereaksi netral, tidak bersifat asam maupun basa. Sehingga sangat efektif digunakan sebagai sumber unsur nitrogen pada tanah asam. Sebagai sumber nitrogen, pupuk KNO3 lebih baik daraipada urea, karena urea bersifat asam dan mengasamkan tanah.

Unsur Kalium

Kandungan Kalium pada pupuk KNO3 berperan dalam mengatur pembukaan dan penutupan stomata. Kalium sangat berperan dalam menekan proses penguapan sehingga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan. Kalium juga berfungsi meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.
Kekurangan kalium dapat menyebabkan nekrosis dan klorosis interveinal. Unsur K+ ini tergolong sangat mobile, dan dapat membantu menyeimbangkan muatan anion di dalam tanaman. Selain mudah larut dalam air, K+ juga larut dalam tanah berbatu atau berpasir. Kekurangan kalium juga dapat menyebabkan tanaman rentan terhadap serangan jamur patogen dan layu.

Unsur Nitrogen

Nitrogen merupakan komponen penting dari semua protein. Kekurangan nitrogen yang paling sering menyebabkan pertumbuhan terhambat, pertumbuhan lambat, dan klorosis. Tanaman kekurangan nitrogen juga akan menunjukkan penampilan ungu pada batang, tangkai dan bawah daun dari akumulasi pigmen antosianin. Sebagian besar nitrogen diambil oleh tanaman berasal dari tanah dalam bentuk NO3-, meskipun dalam lingkungan asam seperti hutan boreal dimana nitrifikasi kurang mungkin terjadi, amonium NH4 + lebih cenderung menjadi sumber nitrogen yang mendominasi .Asam amino dan protein hanya dapat dibangun dari NH4 + sehingga NO3- harus dikurangi. Di bawah beberapa lingkungan pertanian , nitrogen adalah nutrisi pembatas pertumbuhan tinggi. Beberapa tanaman membutuhkan nitrogen lebih dari yang lain, seperti jagung (Zea mays). Karena nitrogen mobile, daun yang lebih tua menunjukkan klorosis dan nekrosis lebih awal dari daun muda. Bentuk larut nitrogen diangkut sebagai amina dan amida.

fungsi Pupuk Kno3 putih adalah sebagai berikut 

1. Unsur kalium dapat mencegah kerontokan bunga dan buah,
2. Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan,
3. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit jamur patogen, misalnya penyakit layu,
4. Mencegah buah cabe kuning (pada tangkai hingga ujung buah muda) dan mencegah rontok (jika dibelah terdapat warna hitam kecoklatan),
5. Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar,
6. Meningkatkan rasa asli (manis, pedas, asam dll),
7. Kandungan unsur N pada pupuk KNO3 berfungsi untuk merangsang pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan jumlah anakan,
8. Unsur N juga meningkatkan kandungan protein dan meningkatkan jumlah bulir padi dan rumpun.